Mentalitas Mengalahkan Prediksi

italia-mengalahkan-jerman

Warsawa - Hampir semua prediksi lebih menjagokan Jerman dalam partai semifinal EURO 2012. Hal ini wajar karena melihat statistik Jerman belakangan ini. Memulai kejuaraan ini di dalam grup neraka bersama Belanda, Portugal, dan Denmark, Jerman berhasil menaklukkan mereka semua. Begitu juga ketika menghadapi Yunani di perempatan final, Jerman unggul mutlak 4-2. Sangat kontras dengan Italia yang melempem semenjak juara Piala Dunia 2006, dalam partai EURO 2012 ini hanya menang satu kali dan mencetak 4 gol, tentu saja dalam posisi underdog.

Namun hasil 90 menit di lapangan menjungkirbalikkan semua prediksi para pengamat bola. Dengan dua goal yang diciptakan oleh Super Mario Balotelli yang dibalas sekali oleh Mesut Oezil melalui titik penalti, Italia dengan mantap menatap final melawan juara bertahan Spanyol.

Mentalitas versus Prediksi

Jerman diunggulkan dari berbagai segi, mulai dari ‘trend’ positif para pemain mudanya, kemenangan beruntun yang mereka raih, dan hasil positif mereka pada babak kualifikasi. Namun ketika menghadapi Italia, ada suatu penghalang besar yang sulit untuk mereka lewati, yaitu mentalitas saat menghadapi Italia. Dari tujuh kali pertemuan resmi mereka baik dalam Piala Dunia dan Piala Eropa, Jerman belum pernah sekalipun mengalahkan Italia. Jerman kalah tiga kali dan empat kali imbang.

Sebelum pertandingan ini, saya sempat berkata kepada teman saya, ‘tradisi’ akan mengalahkan ‘prediksi’ dan hasilnya terbukti benar. Setelah dipikir, mungkin tradisi ini erat kaitannya dengan mentalitas. Seperti adanya suatu perasaan inferior menghadapi orang yang lebih unggul dari kita, ataupun masalah yang sepertinya sulit untuk kita lewati (just my opinion ya…)

Namun terlepas dari semua itu, pertandingan tadi pagi benar-benar menghibur dan menegangkan. Jerman memulai pertandingan ini dengan penguasaan bola yang baik dan menciptakan beberapa peluang yang bagus, namun setelah 10 menit pertama, arah permainan dan peluang mulai diciptakan para pemain Italia. Italia membuka keunggulan di menit ke-20 lewat sundulan Balotelli. Penyerang ‘bengal’ ini berhasil menyundul bola hasil crossing dari Cassano yang berhasil lepas dari kawalan dua bek jerman.

16 menit kemudian, tepatnya pada menit ke-36, Super Mario berhasil mencetak gol kedua untuk Italia setelah terlepas dari jebakan offside ketika menerima umpan jauh dari Riccardo Montolivo, Balotelli melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau Neuer. Di babak kedua, Jerman memperkecil ketinggalan lewat eksekusi penalti Mesut Oezil. Hingga peluit panjang berbunyi, Italia mampu mempertahankan keunggulan 2-1 atas Jerman.

Jadi tidak sabar untuk melihat pertandingan Italia versus Spanyol. Untuk pertandingan kali ini, bagaimana dengan prediksi Anda? Akankah Spanyol yang akan menegaskan dominasinya dan mempertahankan juaranya? Ataukah Italia akan kembali membawa piala Eropa ke Italia untuk kedua kalinya??


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • Technorati
  • TwitThis

5 Responses to “Mentalitas Mengalahkan Prediksi”

  1. joko disini saja Says:

    iyaa, memang diluar prediksi yaa…
    mental juara italy mengalahkan semangat muda jerman. aku pikir, gaya permainan italy itu kaya “antivirus” dari gaya permainan jerman dan spanyol.

    kupikir piala eropa ini akan jadi milik italy.
    mitos mengalahkan prediksi

    juara champions berseragam biru, juara piala eropa juga akan berseragam biru. hehe…

  2. dimas Says:

    saatnya “raja eropa” berpindah ke italia..

  3. supporter italy Says:

    sebelumnya itali udh pernah raih uero bung tahun 1968

  4. supporter italy Says:

    ” Ataukah Italia akan mencatatkan dirinya sebagai salah satu negara yang pernah memegang Piala Eropa?”
    tahun 1968 itali udah pernah megang piala uero bung.. dbaca lagi referensinya

  5. chandrajohan Says:

    thank you untuk koreksinya.

Leave a Reply